Share
Export Citation
Seeking and encountering online information for menstrual health: a qualitative study among adolescent schoolgirls in Gianyar Regency and Denpasar City, Bali, Indonesia
Suttor H.
Sexual and Reproductive Health Matters
Q1Abstract
Informasi berkualitas memberikan remaja akses terhadap kesehatan menstruasi sekaligus mendukung kesadaran mereka akan hak asasi manusia. Mayoritas remaja mengakses informasi kesehatan menstruasi secara daring melalui situs web, media sosial, atau aplikasi kesehatan. Meskipun informasi daring semakin relevan, pemahaman kita tentang bagaimana remaja mengakses dan menggunakan informasi daring untuk kesehatan menstruasi sangat jauh dari kata cukup. Penelitian ini dilakukan dengan kajian kualitatif pada 24 remaja putri berusia 13-15 tahun di sekolah menengah pertama di dua kabupaten di Bali, Indonesia (Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar). Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana remaja mengakses informasi daring dan apa yang mereka pahami dari informasi tersebut terkait menstruasi. Sebanyak lima kegiatan diskusi kelompok dilakukan di setiap empat sekolah menengah pertama. Selanjutnya, dilakukan lima wawancara mendalam, aktivitas buku harian singkat, dan observasi partisipan. Hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa sumber daring berperan penting untuk informasi kesehatan menstruasi. Partisipan menyatakan bahwa mereka secara aktif mencari informasi kesehatan menstruasi melalui mesin pencari (Google) dan/atau menemukannya secara tidak sengaja melalui media sosial, khususnya platform video pendek TikTok. Sebagian besar partisipan berpendapat bahwa informasi daring membawa dampak positif. Selain itu, mereka menyatakan bahwa platform daring menawarkan informasi yang bersifat pribadi, rahasia, menghibur, dan praktis. Namun, terdapat risiko dari informasi daring tersebut. Terkadang terdapat informasi yang berlebihan yang membuat mereka cemas atau informasi yang salah yang memperkuat mitos tentang menstruasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pentingnya program dan kebijakan kesehatan menstruasi untuk lebih memperhitungkan peran informasi daring dan berkomitmen untuk memahami pengalaman hidup remaja. Program atau kebijakan lebih lanjut dapat mengintegrasikan literasi kritis tentang kesehatan dan digital ke dalam pendidikan kesehatan dan pubertas, khususnya di negara-negara yang mengalami perkembangan digital yang pesat, seperti Indonesia.
Access to Document
10.1080/26410397.2024.2445936Other files and links
- Link to publication in Scopus
- Open Access Version Available