Share
Export Citation
Navigating Indonesia’s State Ideology: The Siyāsah Shar’iyyah Framework
Hermawan R.
Ahkam Jurnal Ilmu Syariah
Q1Abstract
A state ideology is exposed to threats that may weaken national resilience and sovereignty. This study examines the protection of Indonesia’s state ideology through the perspective of siyāsah shar’iyyah. Using a phenomenological approach, it explores religious paradigms in the governance practices of institutions responsible for safeguarding Pancasila, with emphasis on Islamic organizational management. The study applies a qualitative methodology grounded in the sharia legal paradigm, integrating Islamic legal principles as the analytical framework. Data were collected through in-depth interviews with institutional leaders and members, observation of managerial practices, and analysis of official documents, including operational guidelines and annual reports. The findings show that applying the siyāsah shar’iyyah framework promotes orderly and integrity-based governance through principles such as justice, trustworthiness (amānah), and consultative deliberation (mushāwarah). These values strengthen transparency, accountability, and managerial effectiveness, reinforcing organizational integrity and public trust. However, challenges remain, including resistance to organizational change and limited understanding of sharia-based management. The study concludes that Islamic paradigms can support modern governance when adapted locally. Abstrak Ideologi negara senantiasa menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi melemahkan ketahanan dan kedaulatan nasional. Penelitian ini mengkaji upaya perlindungan ideologi negara Indonesia melalui perspektif siyāsah shar’iyyah. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, studi ini mengeksplorasi paradigma keagamaan dalam praktik tata kelola lembaga-lembaga yang bertanggung jawab menjaga ideologi Pancasila, dengan penekanan pada manajemen organisasi berbasis Islam. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif yang berlandaskan pada paradigma hukum syariah, dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum Islam sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan anggota lembaga, observasi terhadap praktik manajerial, serta analisis dokumen resmi, termasuk pedoman operasional dan laporan tahunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan kerangka siyāsah shar’iyyah mendorong tata kelola yang tertib dan berintegritas melalui prinsip-prinsip keadilan, amanah, dan musyawarah. Nilai-nilai tersebut memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas manajerial, sekaligus meningkatkan integritas organisasi dan kepercayaan publik. Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain resistensi terhadap perubahan organisasi dan keterbatasan pemahaman mengenai manajemen berbasis syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paradigma keislaman dapat mendukung tata kelola modern apabila diadaptasi secara kontekstual.
Access to Document
10.15408/ajis.v25i2.48776Other files and links
- Link to publication in Scopus
- Open Access Version Available